Keunikan dan Sejarah Aksara Lampung: Induk+Anak Huruf dan Tanda Baca

Loading...

Aksara Lampung-Had Lampung atau aksara Lampung adalah bentuk tulisan yang digunakan orang Lampung pada zaman dulu sebagai alat komunikasi. Had Lampung memiliki kemiripan dengan aksara Pallawa yang berasal dari India Selatan dan diduga masuk ke peradaban Lampung saat Sriwijaya berjaya di Nusantara.

Sedangkan tanda baca dalam aksara Lampung mirip dengan aksara Arab, seperti fathah, kasrah, sukun dan lain-lain. Namun, tentunya dengan penyebutan berbeda dengan tanda baca Arab. Jadi, dapat disimpulkan bahwa had Lampung merupakan kombinasi antara dua aksara, yaitu aksara Pallawa dan aksara Arab.

Selain itu aksara Lampung berkerabat dekat degan aksara Rejang (Bengkulu), aksara Rencong, aksara Sunda, dan aksara Lontara.

Ini menjadi bukti akan kekayaan budaya di Indonesia yang patut kita lestarikan dan jaga, jangan sampai anak cucu kita tidak mengenal budaya nenek moyangnya.

Asal muasal aksara Lampung dimulai ketika raja-raja di Sekala Bekhak ingin berkomunikasi dengan kerajaan-kerajaan tetangga pada abad IX.

Walau kerajaan di Lampung merupakan kerajaan kecil tapi dengan adanya aksara, atau had, itu menunjukkan bahwa Lampung memiliki suatu peradaban yang maju.

Aksara Lampung yang dipelajari oleh para siswa di Lampung saat ini merupakan aksara Lampung yang telah disempurnakan. Aksara Lampung sendiri terdiri atas, Induk huruf, anak huruf, tanda baca, dan angka.

1. Induk Huruf

induk aksara lampung

commons.wikimedia.org

Aksara Lampung sering juga disebut dengan kaganga, cara membacanya dari kiri ke kanan, agar lebih mudah simaklah gambar berikut.

2. Anak Huruf

a. Anak huruf yang terletak di atas huruf, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.) Ulan

Ulan adalah anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf dan berbentuk seperti setengah lingkaran. Ulan sendiri memiliki dua bunyi, yaitu [i] ketika ulan menghadap ke atas, seperti huruf “U” dan berbunyi [ē] ketika ulang menghadap ke bawah, seperti “n”.

2.) Bicek

Bicek merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf dan berbentuk seperti huruf “I”. Bicek memiliki funsi yang sama dengan huruf [e].

3.) Tekelubang
anak huruf aksara lampung

gensbeaux.blogspot.co.id

Loading...

Tekelubang merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf dan berbentuk seperti fathah dalam huruf Arab. Tekelubang memiliki bunyi [ng].

4.) Datas

Datas merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf dan berbentuk seperti fathain dalam huruf Arab. Datas memiliki bunyi [n].

5.) Ketelubang

ketelubang merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf. Ketelubang memiliki bunyi [r].

b. Anak huruf yang terletak di bawah huruf

anak huruf aksara lampung di samping

gensbeaux.blogspot.co.id

Anak huruf yang terletak di bawah huruf, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.) Bitan

Bitan merupakan anak aksara Lampung yang terletak di bawah huruf. Bitan sendiri memiliki dua bunyi, yaitu [u] ketika bitan berbentuk seperti kasrah dalam huruf Arab, dan berbunyi [o] ketika bitan berbentuk seperti ”I” di bawah huruf.

2.) Tekelungau

Tekelungau merupakan anak aksara Lampung yang terletak di bawah huruf dan berbentuk seperti setengah lingkaran atau mirip dengan huruf “u”. Tekelungau memiliki bunyi [au].

c. Anak huruf yang terletak di samping huruf

1.) Telengai

Telengai merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas kanan huruf dan berbentuk seperti “I” tegak lurus. Telingai memiliki bunyi [ai].

2.) Keleniah

Keleniah  merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas kanan huruf dan berbentuk seperti huruf “ha”, namun bentuknya kecil seperti pangkat. Keleniah memiliki bunyi [h].

3.) Nengen

Nengen merupakan anak aksara Lampung yang terletak di samping kanan huruf dan berbentuk garis miring “/”. Nengen memiliki fungsi sebagai mematikan huruf di sebelah kirinya menjadi huruf mati.

3. Tanda Baca

tanda baca dalam aksara lampung

gensbeaux.blogspot.co.id

4. Angka

angka di aksara lampung

malahayati.ac.id

Demikian artikel ini ditulis, semoga bermanfaat dan kita sebagai bangsa Indonesia mesti dan kudu bangga dengan keberagaman budaya kita jangan sampai keberagaman ini hilang, mari kita lestarikan bersama.

One Response

  1. beni November 21, 2016

Leave a Reply


Loading...