Contoh Kliping Bencana Alam: Tsunami di Indonesia

Loading...

Fenomena terjadinya tsunami merupakan hal yang sudah maklum bagi masyarakat negeri ini.

Berbagai kejadian dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir ini tercatat bencana tsunami telah beberapa kali muncul di Indonesia.

Tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia merupakan negeri maritim yang memiliki banyak kepulauan dan lautan.

Perairan laut cina selatan, samudera hindia, hingga samudera pasifik pun juga membentang di perairan Indonesia. Maka sebenarnya peluang untuk terjadinya tsunami memang sangat besar terjadi.

Fenomena Penyebab Terjadinya Tsunami

kliping bencana alam penyebab tsunami

www.uoguelph.ca

Selain itu juga, di Indonesia juga memiliki banyak gunung aktif yang berada di dalam lautan. Hal ini juga bisa menjadi pemicu besar terjadinya tsunami tatkala gunung itu mengalami letusan.

Coba kita lihat fenomena meletusnya gunung Krakatau ribuan tahun yang lalu. Saat ini, anak gunung Krakatau yang masih aktif itu berada di perairan selat sunda yang menghubungkan antara pulau sumatera dan jawa.

Makna tsunami secara bahasa sebagaimana diambil dari bahasa jepang yang artinya, tsu adalah pelabuhan, dan nami adalah gelombang.

Sedangkan makna secara baku adalah perpindahan gelombang air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal yang terjadi secara tiba-tiba.

Banyak orang yang mengira bahwa tsunami merupakan salah satu bentuk gelombang pasang yang terjadi dalam skala besar, namun saat ilmu pengetahun sudah semakin berkembang, khususnya di bidang Oseanografi, anggapan tersebut terbukti sudah tak releval lagi.

Sekilas jika dilihat tsunami mirip dengan gelombang pasang yaitu air naik ke daratan, namun terdapat perbedaan yang bisa kita perhatikan bahwa gelombang pasang terjadi secara perlahan dan bertahap sehingga tidak menimbulkan kerusakan, sedangkan tsunami bersifat sebaliknya. Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya tsunami di antaranya :

Gempa bumi di bawah permukaan laut

Gempa bumi di bawah laut

Sebab terjadinya tsunami secara umum adalah gempa bumi bawah laut. Ia menjadi sebab utama yang paling sering menimbulkan tsunami dengan persentase 90 %, kejadian tsunami disebabkan oleh terjadinya gempa yang berada di bawah samudera.

Indonesia merupakan zona pertemuan lempeng dunia sehingga memiliki potensi besar mengalami gempa yang berpusat di bawah laut. Namun, tidak semua gempa bawah laut dapat menyebabkan tsunami.

Beberapa kriteria yang bisa menyebabkan tsunami seperti, pusat gempa yang terletak di kedalaman 0 sampai 30 km di bawah permukaan laut.

Semakin dangkal pusat gempa maka akan semakin besar potensi terjadinya tsunami.Hal ini terjadi karena getaran yang dihasilkan akan semakin kuat.

Selain itu, gempa besar yang memiliki kekuatan di atas 6.5 SR juga menjadi pemicu, sebab dengan kekuatan sebesar itu telah mampu mempengaruhi gelombang laut.

Kriteria berikutnya adalah jenis persesaran gempa berjenis naik turun, sehingga akan menyebabkan gelombang baru yang jika bergerak ke daratan bisa menimbulkan tsunami.

Akan semakin parah lagi bila terjadi patahan di dasar laut sehingga menyebabkan air laut turun secara mendadak dan menjadi cikal bakal terjadinya tsunami.

Ada 3 jenis Gempa yang mampu menimbulkan terjadinya Tsunami

  • Gempa bumi yang berada di berpusat di tengah laut yang dangkal (0 – 30 km)
  • Gempa bumi yang berkekuatan minimal 6,5 Skala Richter
  • Gempa bumi yang memiliki pola sesar naik atau sesar turun

Letusan gunung yang berada di laut

letusan gunung berapi di Bawah laut dapat menyebabkan tsunami

ardiyansyah.com

Letusan gunung berapi bawah laut dapat menimbulkan tsunami yang sangat besar.

Tidak hanya di daratan saja, lautan yang terhampar luas itu  juga terdapat gunung berapi, yang apabila meletus akan menimbulkan getaran yang kekuatannya sama dengan gempa tektonik bawah laut tadi.

Walaupun jarang terjadi namun jika sekali terjadi dapat menyebabkan terjadinya tsunami. Besarnya skala letusan berbanding lurus dengan besarnya tsunami yang dihasilkan.

Peristiwa tsunami besar yang paling terkenal karena letusan gunung berapi yaitu terjadi pada tahun 1883 dimana saat itu gunung Krakatau mengalami letusan dahsyat sehingga menimbulkan gelombang tsunami yang memporak-porandakan desa-desa di sekitaran selat sunda.

Indonesia mendapat julukan Ring of Fire karena memiliki gunung berapi terbanyak.

 

Longsor di bawah permukaan laut

pergeserna lempeng bumi menyebabkan terjadinya tsunami

geosmansaku.blogspot.com

Salah satu penyebab tsunami adalah karena longsor. Terjadinya longsor tidak hanya terjadi di daratan sebagaimana diberitakan selama ini.

Loading...

Sebenarnya di dasar laut juga terdapat struktur yang mirip dengan daratan yakni terdapat bukit/ punggung laut dan lembah/ palung laut, serta cekungan yang bisa saja longsor di mana semakin besar volume longsor maka akan semakin tinggi potensi terjadi gelombang tsunami.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya longsor laut, seperti gempa bumi tektonik dan letusan gunung bawah laut atau di daratan yang dekat dengan laut.

Kedua faktor ini tentu saja menjadi sebab timbulnya getaran yang memicu longsor pada struktur pemukaan dasar laut. Di daratan pun tak jarang terdengar peristiwa longsor akibat gempa bumi.

Sebab lain bisa terjadi karena tabrakan antar lempeng yang terjadi di dasar laut, sehingga menimbulkan patahan dan longsor.

Penelitian yang dialkukan pada 2008 di samudra Hindia menyebutkan adanya palung laut yang membentang dari pulau Siberut hingga pesisir pantai Bengkulu yang apabila longsor dapat menimbulkan tsunami di pantai barat Sumatera.

Tsunami yang terjadi karena longsor ini sering disebut juga denganistilah ‘tsunamic submarine landslide’.

 

Hantaman meteor

jatuhnya meteor dapat menyebabkan terjadinya tsunami

codhoncreative.blogspot.co.id

Meskipun sangat jarang terjadi namun kekuatan tsunami yang disebabkan oleh jatuhnya meteor ke dalam samudera/ lautan sangatlah masif.

Sepanjang sejarah peradaban manusia, belum pernah tercatat dokumentasi tentang tsunami akibat hantaman meteor ini.

Namun, berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan pada sebuah komputer canggih, dampak jatuhnya meteor ini merupakan paling besar jika dibandingkan dengan tsunami yang disebabkan oleh faktor lain.

Jika meteor yang jatuh berukuran kecil tidak begitu berpengaruh, namun jika ukuran meteor sangat besar, misalnya memiliki ukuran diameter lebih dari 1 km maka akan menimbulkan tsunami besar-besaran dengan ketinggian gelombang ratusan meter.

Tentu saja hal ini akan mengakibatkan kehancuran peradaban manusia dan menyapu bersih semua daratan hingga ratusan kilometer dan menenggelamkan pulau-pulau kecil yang berada di sekitar pusat hantaman.

Belum lagi dampak yang mempengaruhi bumi dalam jangka panjang seperti perubahan iklim, hancurnya pertanian dunia dan kelaparan massal hingga akhirnya menyebabkan kematian makhluk hidup dalam skala yang sangat besar.

Yang perlu dipahami bahwa kecepatan meteor ketika menabrak bumi yaitu sekitar puluhan ribu kilometer per jam, maka dapat dibayangkan besarnya energi yang dihasilkan akibat hantaman, terlebih jika ukurannya sangat besar.

Peristiwa besar yang sangat memilukan terjadi di kota serambi Mekkah Aceh

gelombang tsunami aceh

www.dw.com

Gempa bumi dan Tsunami melanda Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Sekitar 500.000 nyawa melayang dalam waktu sekejab.

Gempa terjadi tepatnya pada pukul 7:58:53 WIB. Pusat terjadinya gempa terjadi pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini memiliki kekuatan hingga 9,3 menurut skala Richter.

Saat gelombang ombak datang, kita nyaris tidak sempat untuk melarikan diri. Sedemikian besar dan cepatnya gelombang ombak ini dapat melintasi lautan luas, termasuk samudera Pasifik.

Jadi, tragedi gelombang tsunami yang terjadi di Pulau Sumatra hingga India, Sri Lanka, Thailand, dan beberapa negara di Asia Timur dengan kekuatan yang relatif sama.

Tidak semua tsunami bersifat menghancurkan, ada juga yang skalanya kecil atau bersifat lokal. Tsunami yang besar dapat meluluh-lantahkan sebuah kota.

Beberapa tips dalam menghadapi Tsunami

Gambar Tsunami aceh

www.dw.com

  • Apabila kamu berada di pantai dan tiba-tiba melihat air laut yang surut melebihi dari biasanya, segeralah lari ke tempat yang tinggi seperti bukit, dll.
  • Apabila kamu berada di tepi pantai dan dari kejauhan nampak garis memanjang kehitaman tinggi, kemungkinan besar itu adalah gelombang yang sangat tinggi. Segeralah menyelamatkan diri ke tempat yang tinggi.
  • Panjatlah pohon yang tinggi dan kokoh serta berpeganglah erat pada batang pohon tersebut.
  • Saat kamu berada di rumah bertingkat, segeralah naik ke lantai atas yang lebih tinggi.

Tsunami Dalam Sejarah Dunia

Terjadinya tsunami di Indonesia diduga bukan yang pertama kalinya di dunia, berdasarkan literatur yang ada telah terjadi bencana alam yang serupa di beberapa negara dan jauh sebelum terjadinya Tsunami di Aceh, berikut runtutan peristiwa tsunami yanga ada dalam sejarah:

1. Portugal

1 November 1755 – Ibukota Portugal, Lisboa merupakan kota pertama yang pernah merasakan kerasnya terjangan gelombang Tsunami, saat itu tsunami memakan 60.000 korban jiwa.

2. Krakatau-Indonesia

1883 – Pada tanggal 26 Agustus, sebelum tsunami aceh terjadi di tahun 2004 Indonesia pun pernah merasakan kepedihan yang serupa, yaitu dengan meletus gunung Krakatau yang menimbulkan tsunami yang dahsyat sehingga menewaskan lebih dari 36.000 jiwa.

3. Tsunami Terbesar di Beberapa negara

2004 – Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa besar yang menimbulkan tsunami menelan korban jiwa lebih dari 250.000 di berbagai negara diantaranya Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika saat itu ketinggian tsunami diduga mencapai 35 meter.

Demikianlah sedikit tentang terjadinya Tsunami di dunia, semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam hangat Infosiana.net.

Leave a Reply


Loading...