Pengertian, Fungsi dan Produk Bank Syariah di Indonesia

Bank Syariah-Pada kesempatan ini infosiana.net akan membahas tentang bank syariah, dimulai dari pengertian dan dilanjutkan dengan pengertian bank syariah. Silakan disimak secara seksama.

1. Pengertian Bank Syariah

Perbankan syariah, ialah suatu lembaga keuangan yang menggunakan sistem dan aturan-aturan islam. Alasan berdirinya Bank syariah adalah banyaknya umat islam yang ingin menggunakan jasa keuangan yang terbebas dari riba. Bagai mana caranya? Yaitu dengan mendirikan lembaga keuangan yang tidak menggunakan sistem-sistem ribawi.

Berdirinya bank syariah sendiri, pertama kali diperkasai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mewakli suara umat Islam di Indonesia pada tanggal 18-20 Agustus 1990.

Para ahli memiliki pendapat masing-masing mengenai pengertian bank syariah. Diantaranya adalah:

Sudarsono, menurut beliau yang dinamakan bank syriah adalah lembaga keuangan yang memberikan segala macam kredit dan jasa keuangan lainnya dalam lalu lintas peredaran dan pembayaran uang yang menjalankan sistemnya dengan aturan dan prinsip islam.

Perwataatmadja, menurut beliau bank syariah ialah bank yang menjalankan fungsi dan sistemnya dengan menggunakan prinsip dan aturan-aturan islam yang berlandaskan alQuran dan sunnah.

Siamat Dahlan, mengemukakan bahwa yang dinamakan bank syariah adalah lembaga keuangan yang menjalankan usahanya berlandaskan dengan prinsip-prinsip ajaran islam yang berpedoman kepada alquran dan hadits.

Schaik, menambahkan bahwa bank syariah adalah suatu bentuk bank modern yang berlandaskan pada hukum ajaran Islam, yang dikembangkan pada pertengahan abad islam, dengan menggunakan konsep bagi hasil dan resiko sebagai sistem utama dan meniadakan sistem keuangan yang berlandasan pada keuntungan dan keastian yang telah ditentukan sebelumnya.

makalah bank syariah

1080.plus

Pemerintah Indonesia sendiri telah menerangkan tentang perbankan syariah dan bank syariah dalam UU No. 21 Th. 2008. Disana telah disebutkan bahwa perbankan syariah adalah segala ma’am yang berkaitan dengan bank syariah dan unit usaha syariah, yang meliputi kelembagaan, kegiatan usaha, serta tata cara dan proses dalam menjalankan usaha keuangan tersebut.

Sedangkan bank syariah adalah suatu lembaga keuangan/ bank yang melaksanakan kegiatan usaha keuangannya dengan dilandasi dasar-dasar islam.

Berbeda dengan bank konvensional pada umumnya, bank syariah menjalankan usahanya dengan berlandaskan islam dan dalam kegiatan usahanya tidak membebankan maupun tidak memberikan bunga kepada nasabah. Keuntungan dari usaha keuangan syariah sendiri berdasarkan dengan kesepakatan antara pihak bank dan nasabah diawal.

pengertian bank syariah

www.pmbl-ng.com

Sedangkan akad yang dilakuakan oleh kedua belah pihak harus sesuai dan taat kepada hukum dan syariat islam, tanpa terkecuali. Berdasarkan jenisnya, bank syariah dibagi menjadi tiga, yaitu: Bank umum syariah (BUS), Usaha unit Syariah (UUS), dan Bank Pembiayaan rakyat Syariah (BPRS).

a. Bank Umum Syariah

Bank umum syariah merupakan lembaga keuangan yang berdiri sendiri dan sama sekali bagian dari bank konvensional. Contoh bank umum syariah diantaranya adalah Bank Syariah mandiri, Bank Syariah Bukopin, Bank Muamalat Indonesia dan lain-lain.

b. Usaha unit Syariah (UUS)

UUS ialah unit usaha yang segala aktivitasnya masih berada di bawah pengelolaan bank konvensional. Jadi, usaha unit syariah ini menjadikan bank konvensional sebgai kantor pusatnya. Sedangkan uus sendiri menjadi bagian dari bank konvensional yang berdiri di daerah-daerah sebagai cabang pembantu kerja, maupun unit kerja di kantor cabang yang mejalankan kegiatan usaha berdasarkan hukum islam. Contoh uus diantaranya adalah BNI Syariah, BII syariah, dan lain-lain.

2. Fungsi bank syariah

Berkaitan dnegan fungsi bank syariah, fungsi bank konvensional dan bank syariah secara garis besar memiliki persamaan namun yang membedakannya hanya pada sistem dan tata kelolanya saja yang berbeda.

Diantara fungsi bank syariah diantaranya adalah:

a. Menghimpun dana yang ada di masyarakat

Bank syariah memiliki cara yang berbeda dalam menghimpun dana dari masyarakat, yaitu dengan cara menghimpun dana masyarakat dengan bentuk penitipan dengan akad al wadiah dan jika bnetuknya investasi maka menggunakan akad mudharabah.

  • Al wadiah, artinya pihak masyarakat menitipkan dananya kepada pihak bank, kemudian pihak bank diberi wewenang untuk mengolah titipan tersebut sesuai dengan kesepakatan dan syariat islam.
  • Mudharabah, artinya pihak masyarakat meminta bantuan pihak bank untuk menyalurkan investasinya ke bidang usaha yang halal menurut hukum islam.

b. Menyalurkan dana kepada masyarakat

pengertian perbankan syariah

mysharing.co

Bank syariah bersedia menyalurkan dananya jika pihak masyarakat mau menyetujui kesepakatan/akad yang sesuai dengan hukum islam. Dalam akad ini pihak bank akan memperoleh pemasukkan/pendapatan sesuai akad yang dibuat dengan para penerima dana. Dalam mneyalurkan dananya banka mengunanakn bebrpa akad, diantaranya adalah:

  • Akad jual beli: pada akad ini bank akan memperoleh keuntungan berdasrkan selisih margin barang yang dijual belikan.
  • Akad kemitraan/ kerjasama usaha, yaitu return/keuntunagn yang diperoleh dari sistem bagi hasil pihak bank dan pihak yang menerima dana.

c. Melayani jasa perbankan

Diantara pelayanan yang ditawarkan bank syariah kepada masyarakat, adlaah transfer uang,  penagihan surat berharga, pemindah pembukuan dan lain-lain. aktivitas ini diharapkan meningkatkan pendapatan bank yang diperoleh dari fee atas pelayanan jasa yang disediakan bank.

Leave a Reply