Kenali Penyebab Penyakit Paru-paru Basah Sebelum Menyerang Keluarga Anda!

Penyebab Penyakit Paru-paru Basah –¬†Apa itu paru-paru basah? Paru-paru basah bisa digolongkan sebagai penyakit ringan, tapi bisa juga menjadi penyakit yang serius dan bisa membahayakan penderita.

Untuk melengkapi informasi Anda tentang penyakit ini alangkah baiknya kita kenali lebih lanjut tentang penyebab, gejala-gejala, dan bagaimana cara mengobati paru-paru basah secara alami.

Pengertian penyakit paru-paru basah adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara atau pada alveolus, bahkan bisa pada keduanya.

Penyebab penyakit paru-paru basah diantaranya adalah karena serangan virus dan infeksi bakteri, namun dalam banyak kasus infeksi bakter lebih mendominasi.

Pneumonia atau paru-paru basah memerlukan penanganan khusus jika sudah dikatakan serius.

Paru-paru basah bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi secara teratur dan berkala, selain untuk menghindari pneumonia langkah ini juga berguna  untuk melindungi berbagai ancaman penyakit berbahaya lainnya.

Gejala paru-paru basah dapat diketahui dengan mudah oleh kita, asalkan kita paham tanda-tanda dan gejalanya misalnya saja nyeri dada yang parah ketika batuk, batuk kering atau kadang disertai dahak dan mengi, serta frekuensi napas cepat atau sesak napas.

Jika tanda-tanda tersebut telah muncul, sebaiknya langsung melakukan penanganan dan berkonsultasi pada dokter.

Ciri penyakit paru-paru basah tersebut tidak bisa disepelekan, segera atasi penyakit ini sebelum berkembang lebih lanjut dan dapat melemahkan ketahanan tubuh.

Bahaya Penyakit Paru-paru Basah Bisa Menyerang Siapa Saja

Jenis-jenis Pneumonia dan Penyebabnya

ciri penyakit paru-paru basah

refluxmd.com

Jenis pertama adalah Pneumonia Bakteri atau paru-paru basah dimulai dengan flu atau pilek yang parah yang bisa menyerang di segala usia.

Contoh bakteri yang menyebabkan infeksi ini adalah Legionella Pneumophila dan Chlamydophila Pneumonia.

Pneumonia Virus adalah jenis pneumonia kedua. Infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan menyebabkan paru-paru basah.

Virus ini bisa mengakibatkan siapa saja menderita paru-paru basah, terutama pada ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru-paru.

Sedangkan jenis ketiga adalah Pneumonia Mikroplasma.

Mikroplasma ini bukan termasuk virus maupun bakteri, namun mikroplasma menjadi penyebab paru-paru basah yang biasa menyerang anak-anak maupun orang dewasa.

Selain pneumonia di atas, ada juga jenis pneumonia dengan tipe lain seperti pneumonia pneumocystis carinii yang biasanya menyerang penderita HIV/AIDS dan Tuberkolusis.

Pneumonia jenis ini menyerang sistem imun yang terganggu atau yang sistem imunnya menurun.

Faktor Pemicu Tingkat Risiko Paru-paru Basah

gejala paru-paru basah

thehealthorange.com

Umumnya paru-paru basah menyerang siapa saja, tidak melihat usia, bisa jadi pneumonia menyerang anak kecil atau orang dewasa. Inilah yang memiliki risiko pneumonia tingkat tinggi.

Yang pertama adalah penyakit stroke, biasanya penderita stroke mengalami masalah batuk dan kesusahan dalam menelan makanan.

Kondisi tubuh, memang orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah lebih berisiko terserang oleh penyakit, bukan hanya paru-paru basah tetapi juga penyakit lain yang bisa mengganggu kondisi tubuh.

Pola hidup yang tidak sehat, konsumsi alkohol dan sering mengkonsumsi rokok terutama bisa menjadi risiko tinggi terkena masalah paru-paru basah.

Terlebih rokok, sudah banyak dibuktikan jika merokok dapat mengakibatkan gangguan paru-paru yang parah.

Maka jika ingin terhindar dari pneumonia, sebaiknya mulai meninggalkan kegiatan buruk tersebut.

Usia, pneumonia bisa menyerang di semua usia mulai dari bayi yang baru lahir atau pun orang dewasa hingga lansia yang berusia lebih dari 65 tahun.

Itu lah beberapa hal yang menjadi penyebab utama penyakit paru paru menyerang.

Pencegahan Penyakit Paru-paru Basah

apa itu paru-paru basah

tanda paru-paru basah

Penyakit bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja, oleh sebab itu kehati-hatian dalam menjaga kondisi tubuh itu sangat pentung.

Paru-paru basah bisa dikatakan penyakit yang tidak biasa, untuk menjaga agar tidak terkena gangguan paru-paru basah perlu dilakukan pencegahannya.

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah pneumonia atau paru-paru basah ini.

Menjaga kebersihan, sepertinya kebersihan merupakan hal mutlak untuk menjaga kesehatan tubuh.

Maka menjaga kebersihan anggota tubuh itu penting untuk menangkal penularan kuman yang berasal dari orang lain atau dari benda-benda di sekitar yang mengundang adanya kuman dan bakteri.

Buanglah benda-benda yang kotor setelah digunakan seperti tisu, kapas dan benda kotor lain.

Benda-benda kotor itu dapat mengakibatkan pertumbuhan kuman dan bakteri yang bisa menyerang mulut dan hidung.

Menutup hidung dan mulut ketika bersin, bersin menjadi sarang bakteri yang bisa menjadi sumber penyakit.

Maka siapkanlah tisu atau sapu tangan bersih untuk mencegah penularan virus dan bakteri.

Beberapa Pengobatan Paru-paru Basah yang Bisa Dilakukan

pengobatan paru-paru basah,

autoimun.id

Jika terkena paru-paru basah, maka pengobatan bisa ditempuh untuk menghilangkan gangguan paru-paru ini.

Berikut ini adalah cara menghilangkan paru-paru basah yang bisa diterapkan untuk setiap jenis berdasarkan penyebabnya.

Mengobati Paru-paru Basah Bakteri, bakteri bisa dituntaskan dengan obat antibiotik.

Begitu juga bakteri yang menyebabkan paru-paru basah ini. Antibiotik bisa didapatkan dengan resep dokter, maka konsultasi dengan dokter itu harus dilakukan untuk mendapatkan arahan.

Kebanyakan orang akan mulai sembuh ketika sudah melakukan pengobatan ini selama tiga hari.

Namun, obat antibiotik ini harus diminum hingga waktu yang ditentukan untuk mencegah paru-paru basah kambuh lagi.

Mengobati paru-paru basah akibat virus, biasanya virus bisa dimusnahkan dengan obat antivirus karena tidak bisa menggunakan obat antibiotik untuk pengobatannya.

Biasanya paru-paru basah virus ini akan sembuh dalam jangka waktu 1 sampai 3 minggu.

Makanan Sehat yang Baik untuk Paru-paru

makanan untuk penderita paru-paru basah

gayahidupmu.com

Paru-paru merupakan salah satu organ penting dalam tubuh. Sehingga kesehatan paru-paru harus dijaga dengan baik. Pola makan yang sehat bisa diterapkan dalam sehari-hari.

Berikut ini termasuk makanan untuk penderita paru-paru basah yang sebaiknya dikonsumsi, karena makanan-makanan ini bisa membersihkan paru-paru secara alami.

1. Buah dan sayur yang mengandung karotinoid bisa menjadi antioksidan yang mengurangi risiko kanker paru-paru. Kandungan karotinoid bisa didapat pada wortel, ubi jalar, dan tomat.

2. Asam lemak omega-3, makanan yang kaya kandungan omega-3 mampu menyembuhkan asma.

Biasanya kandungan asam lemak omega-3 didapatkan dari ikan salmon, tuna, kacang-kacangan, dan makanan lainnya yang mengandung asam lemak omega-3.

3. Vitamin C, telah banyak yang membuktikan kebaikan yang didapat dari vitamin C ini. Vitamin C berguna untuk menjaga kesehatan paru-paru.

Contoh buah yang mengandung Vitamin C seperti jeruk, nanas, tomat, dan buah lainnya. Selain itu, perasan jeruk juga dipercaya mampu mengobati batuk secara alami.

4. Yang paling baik bagi kesehatan adalah dengan mengkonsumsi air putih. Karena air putih dapat membantu kerja paru-paru dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh dengan baik.

Air putih merupakan segalanya bagi kesehatan tubuh, maka jika ingin memiliki paru-paru yang sehat supaya mengkonsumsi zat mineral yang cukup dibutuhkan paru-paru.

Pneumonia bisa menyerang beberapa orang dengan penyebab yang berbeda-beda.

Untuk menghindari paru-paru basah maka lebih baik melakukan pencegahannya juga.

Untuk menjaga paru-paru agar tetap bersih dan sehat dibutuhkan pola hidup yang sehat dan juga harus menghindari hal-hal yang justru bisa merusak paru-paru seperti kebiasan merokok.

5. Selain itu, pola hidup yang sehat bisa dilakukan dengan olahraga teratur dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Hal ini juga sangat disarankan bagi Anda yang ingin sembuh dari penyakit jantung.

Paru-paru basah bisa berisiko ringan maupun tinggi, maka tanda paru-paru basah yang muncul harus ditangani sejak dini agar kondisi tidak semakin memburuk.

 

Leave a Reply