Penyimpangan Seksual Bisa Sembuh?

LGBT Yang Penuh Kontroversi

Penyimpangan Seksual Bisa Sembuh?-Semenjak dilegalkanya pernikahan sejenis (biseksual) pada tanggal 26 Juni 2015 di Amerika Serikat. Kaum pelangi ini semakin PeDe untuk unjuk gigi, dan mempromosikan jati dirinya yang baru. Bahkan, UU kontroversi ini sempat menjadi salah satu Tranding topik di seluruh dunia.

 

Tidak kurang dari 23 negara yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis, yang didominasi oleh negara-negara maju, seperti Spanyol, Kanada, Finlandia dan lain-lain. dukungan pihak Internasional pun tidak tanggung-tanggung untuk mendukung dan mempromosikan kaum LGBT ini.

 

Misalkan saja di Indonesia, PBB melalui program pengembangannya (UNDP) telah menyiapkan dana sebesar 8juta Dolar (108 M) untuk mendanai segala aktivitas yang berkaitan dengan, homoseksual, transgender dan kawan-kawan.

 

www.ummi-online.com

www.ummi-online.com

Indonesia sendiri nampak belum siap menghadapi permasalahan LGBT, terbukti dengan adanya pihak yang mendukung dan pihak yang kontra dengan LGBT,

Mayoritas masyarakat Indonesia yang didukung oleh para ulama, Psikiater, KPAI dan para dokter secara tegas menolak gerakan LGBT ini. Melalui Forum Lawyer Club (ILC) TV One pada 16 Februari 2016 malam lalu.

 

Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., M.P.H (wakil Seksi Religi, Spiritualitas dan Psikiatri dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia/PDSKJI) menyatakan bahwa LGBT adalah penyakit yang bisa menular melalui lingkungan pergaulan (bukan virus saja yang dapat menular).

berbedapelangi.blogspot.com

berbedapelangi.blogspot.com

Di dalam teori perilaku ada konsep yang namanya penularan akibat pembiasaan. Orang yang awalnya bukan LGBT tetapi karena berkumpul, dan mengikuti suatu pola lingkungan yang memiliki kecenderungan LGBT maka lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi suatu perangai, selanjutnya menjadi kepribadian, menjadi amalan sehari-hari (kebiasaan), dan pada akhirnya menjadi penyakit.

Menularnya dilihat dari konteks perubahan perilaku dan kebiasaan. Pernyataan itu diambil berdasar handbook ilmiah kedokteran yang ditunjukkan di ILC sekaligus mematahkan argumen pihak pro LGBT yang menggunakan buku saku LGBT agar terkesan ilmiah.

Dalam debat tersebut Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., M.P.H juga memberikan analogi yang sangat Brilliant. Sedikit saya berikan cuplikanya pernyataannya ”Misalkan anda sakit gigi kemudian kami pihak medis mendiagnosa bahwa anda sakit gigi, apa saya mendeskriminasi ketika mengatakan anda sakit gigi? Kan nggak”.

“ Dalam mendiagnosis berdasarkan UU kesehatan, kesehatan itu terdiri dari fisik, mental, spiritual dan sosial. Jadi, tidak bisa dipisahkan antara spiritual dan sosial dalam penentuan diagnosis atau kelainan gangguan jiwa.” Imbuhnya.

Pernyataan itu membuat pihak LGBT mengkerutkan kening. Mungkin mereka merasa tersudut.

Bagaimana LGBT muncul dalam diri seseorang?

Secara psikologi faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit LGBT dalam diri sesorang setidaknya ada dua:

1. Trauma semasa kecil

drgrcevich.wordpress.com

drgrcevich.wordpress.com

 

Lahirnya penyakit LGBT dalam diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, yang pertama adalah ketika kecil pernah mengalami pelecehan seksual atau kekerasan seksual.

Kekerasan seksual dalam diri seorang anak akan bisa mempengaruhi pola pikir dan orientasi seksual ketika dewasa.

Maka penangan dini sangat dianjurkan baik itu melalui cara medis, psikologi maupun agama. Mengingat mengobati penyakit LGBT tidaklah mudah.

2. Menjadi gay karena pelarian

yosua.net

yosua.net

Pengaruh lahirnya penyakit LGBT dalam diri seseorang yang pertama adalah pelarian, lari dari suatu masalah, misalnya seorang laki-laki ditolak cintanya berkali-kali oleh seorang gadis atau beberapa gadis, atau ketika ia diputuskan oleh kekasih yang sangat ia cintai.

Kesepian yang laki-laki ini membuat dia tidak percaya diri menjalani kehidupan. Berbagai penolakan yang ia alami, membuat ia tidak ingin lagi mencintai seorang wanita.

Dia mulai membenci wanita, trauma dengan wanita yang tanpa sadar seiring berjalannya waktu, ia perlahan-lahan menjadi gay, ia merasakan kenyaman dan kebahagiaan sehingga ia benar-benar memutuskan menjadi seorang gay.

Jenis-jenis Homoseksual

Menurut psikiater Prof Dadang Hawari, para pakar kejiwaan membagi homoseksual kedalam dua kelompok, yakni Ego-distonik dan Ego-sintonik.

Yang pertama Homoseks Ego-distonik, dimana ia melakukan hubungan sejenis hanya untuk menambah gairah hubungan seksnya dengan lawan jenis atau istri

Namun, orang-orang ini merasa hasrat kepada sesama jenis sebagai sesuatu yang diingkari, dibenci dan sumber penderitaan dan ini merupakan gangguan jiwa.

Sedangkan Ego-sintonik menganggap dirinya “normal”, sebab tidak disertai keluhan-keluhan kejiwaan. (Prof Dadang dalam bukunya, Pendekatan Psikoreligi Pada Homoseksual, terbitan Balai Penerbit FKUI, 2009).

Meski pasangan sejenis, pelaku homoseksual juga memiliki peran sebagai “suami” dan “istri” dalam kehidupan mereka sehari-hari. Namun, yang perlu diwaspadai adalah reaksi cemburu akibat perselingkuhan di kalangan homo. Karena cemburu di kalangan homo jauh lebih kuat dibanding kalangan heteroseksual (kalangan normal). “Dalam banyak kasus sampai pada pembunuhan,” kata Prof Dadang.

madanionline.org

madanionline.org

Mungkin kita masih ingat kasus pembunuhan berantai yang disertai mutilasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2008. Ironinya pelaku pembunuhan adalah Very Idham Henyansyah alias Ryan yang merupakan pasangan homoseks korban itu sendiri.

Prof Dadang juga menuturkan,” homoseks bukan disebabkan faktor gen atau keturunan karena manusia diciptakan dalam kondisi fitrah. Homoseksual itu sendiri terjadi karena faktor perkembangan kepribadian anak”.

Hal ini juga didukung oleh psikolog Rita Soebagjo, peneliti bidang psikologi Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). Menuturkan faktor terbesar penyebab homoseksual adalah pola asuh orang tua yang salah.

Contohnya, ada orangtua yang mengasuh atau memperlakukan anak perempuannya seperti anak laki-laki karena tidak memiliki anak laki-laki.

Contoh pola asuh lainnya, kata Rita, anak tidak melihat peranan orangtua yang ideal ketika di rumah. Misalnya, di rumah ibu lebih dominan dibandingkan ayah. Jika demikian,maka anak akan mencari identitasnya sendiri.

quotesgram.com

quotesgram.com

Anak perempuan bisa saja berubah menjadi tomboy karena dominasi ibu di rumah, sedangkan anak laki-laki bertingkah gemulai yang mewakili sifat ayah yang lemah.

“Kalau sudah seperti ini kasusnya, yang diterapi bukan anaknya melainkan orangtuanya,” kata Rita.

Prof Dadang dan juga Rita mengatakan, sampai saat ini para pakar belum sepakat tentang penyebab utama homoseksual. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan munculnya homoseks yang sering terjadi di lapangan adalah organobiologik, psikologik, lingkungan, dan peran orangtua.

Rita mengatakan, gerilya kaum homoseks di bidang medis telah berhasil mengeluarkan “homoseksualitas” dari daftar penyakit internasional (International Classification of Diseases) oleh WHO pada 17 Mei 1990.

Di Indonesia sendiri telah memasukkan homoseks dan biseks sebagai bagian yang setara dengan heteroseks dan bukan gangguan psikologis. Hal itu tertuang dalam Panduan Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ) III, sejak 1993.

Prof Dadang tidak setuju jika homoseks dinilai bukan penyakit dan tidak bisa atau tidak perlu disembuhkan seperti yang dikatakan Asosiasi Psikiater Amerika (APA). Tapi dia mengakui, terapi homoseks relatif sulit maka pencegahan dini adalah yang terpenting. Dan, jurus paling kuat untuk mencegah adalah pendidikan agama sejak dini.

Sebagaimana Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., M.P.H menyatakan dalam ILC “Di dalam teori perilaku ada konsep yang namanya penularan akibat pembiasaan. Orang yang awalnya bukan LGBT tetapi karena berkumpul, dan mengikuti suatu pola lingkungan yang memiliki kecenderungan LGBT maka lama-kelamaan hal tersebut akan  menjadi suatu karakter, selanjutnya menjadi kepribadian, membentuk tingkah laku sehari-hari, dan akhirnya menjadi penyakit.

Dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III (DepKes RI, 1998: 115), homoseksualitas termasuk dalam kategori gangguan psikoseksual dan disebut sebagai orientasi seksual egodistonik, yaitu “Identitas jenis kelamin atau preferensi seksual tidak diragukan (jelas),tetapi pelaku menginginkan hal yang lain karena disebabkan oleh gangguan psikologis dan karakter serta mencari solusi untuk mengobati atau mengubahnya.”

Artinya homoseksualitas dianggap suatu kelainan hanya bila individu merasa tidak nyaman dengan orientasi seksualnya dan berusaha untuk mengubahnya.

Homoseksual Bisa Disembuhkan?

www.thewallpapers.org

www.thewallpapers.org

Sedangkan terapi secara medis baik itu terapi psikologi dan kedokteran maka dapat ditempuh beberapa cara berikut:

  1. Menjauhi dan berhenti dari segala macam aktivitas yang berkaitan dengan homoseksual, seperti teman, klub, aksesoris, bacaan dan segalanya yang terjangkit LGBT. Ini adalah salah satu faktor terbesar yang bisa membantu.
  2. Merenungi bahwa gay masih belum diterima oleh masyarakat (terutama di indonesia), masyarakat beranggapan bahwa gay adalah sesuatu yang menjijikan dan tidak pantas. menanamkan dalam pikiran bahwa gay adalah penyakit yang harus disembuhkan.
  3. Terapi sugesti

Misalnya mengucapkan dengan suara agak keras (di saat sendiri),:

“saya bukan gay

gay menjijikkan”

“saya suka perempuan”

atau menulis di kertas dengan jumlah yang banyak dan berulang, misalnya 1000 kali. Kemudian menempel di kamar atau tempat-tempat yang privasi.

  1. Berusaha melakukan kegiatan dan aktivitas khas laki-laki. Misalnya olahraga karate atau bergabung dengan komunitas kegiatan laki-laki, dan menyibukan diri dengan aktivitas yang padat sehingga mencegah datangnya pikiran-pikiran untuk kembali menuju/mengarah kepada homoseksual.
  1. Terapi hormon, Dalam hal ini diperlukan bimbingan dokter atau psikolog yang bisa melakukan terapi hormon secara berkala untuk lebih bisa menimbulkan sifat laki-laki.
  1. menjauhi bergaul dengan laki-laki yang menarik hati Dan YANG PALING terpenting adalah dukungan semua pihak, keterbukaan dan menerima masukan. Jangan sampai ada yang mencela didepanya atau mengejek perjuangannya dalam mengobati penyakit ini. Bantu dengan memotivasi diri.
kaaffah.xyz

kaaffah.xyz

Adapun bimbingan agama Islam yang bisa menjadi renungan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tulus dan bersungguh-sungguh meniatkan dalam diri untuk berhenti dari perilaku menyimpang dan memohon kepada Allah agar memberikan kesembuhan, karena setiap penyakit pasti ada obatnya. Berdoa di waktu dan tempat yang mustajab, mengulang-ulangi serta tidak mudah putus asa.

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ ما لم يَعْجَل، يقول: دَعَوْتُ فلم يُسْتَجَبْ لي

“Doa kalian pasti akan dikabulkan, selama ia tidak terburu-buru, yaitu dengan berkata: aku telah berdoa, akan tetapi tidak kunjung dikabulkan.”  (Muttafaqun ‘alaih).

2. Segera bertaubat kepada Allah, Karena segala sesuatu yang terjadi pada kita adalah akibat perbuatan dan kesalahan kita. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri.” (As Syura 30).

Syarat diterimanya tobat ada tiga, yaitu: Menyesal, berhenti dari dosa, dan berusaha sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi. Hadirkan tiga syarat tersebut.

Sama halnya ketika melakukan kesalahan, sesungguhnya dalam hati kita mengingkari perbuatan itu. untuk mengawali taubat nasuha, hadirkan dalam hati penyesalan. Karena dengan menyesal kita seolah-olah mahluk yang kecil, tidak berdaya di mata sang pencipta.

Hadirkan penyesalan yang sebenar-benarnya. Kemudian berhenti dari segala aktivitas yang berbau maksiat dan homoseksual yang menjerumuskan kita ke lembah dosa dan memperbanyak Istighfar.

Berusaha sungguh-sungguh menjauhi hal-hal yang berkaitan dengan homoseksual, karena jika kita berhenti namun lingkungan, teman-teman kita masih melakukan itu sama halnya emas ditengah-tengah kotoran. Sama sekali tidak bernilai usaha kita. Jika perlu kita pindah dari lingkungan tersebut. Dengan begitu sempurnalah niat kita untuk taubat.

www.funnydam.com

www.funnydam.com

3. Menyadari bahwa gay (homoseksual) adalah dosa besar dan dilaknat pelakunya

Allah Ta’ala berfirman,

وَلُوطًا إِذْ قالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ (54) أَإِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّساءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu).” ( An-Naml 27:54-55).

Kita tentu ingat kisah kaum Soddom kaum nabi Luth as yang Allah tenggelamkan di bumi. Bagaimana keingkaran kaum luth terhadap ajaran yang dibawa nabi Luth as. Di Indonesia ada desa Lagetan yang subur dan makmur namun dengan nikmat Allah itu mereka lupa bersyukur, yang kemudian mereka bermaksiat dan lupa akan nikmat Allah.

Lalu, apa yang Allah lakukan?

Ditimpakan kepada mereka berupa longsor yang tidak ada satupun diantara mereka yang selamat. Itulah bukti azab Allah itu benar adanya.

4. Menjauhi segala sesuatu yang berkaitan dengan gay atau membuatnya menjadi kewanita-wanitaan atau menyerupai wanita

Sebagaimana dalam hadis.

لَعَنَ النبي e الْمُخَنَّثِينَ من الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ من النِّسَاءِ وقال: (أَخْرِجُوهُمْ من بُيُوتِكُمْ). متفق عليه

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknati lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki, dan beliau bersabda: Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian.”(Muttafaqun ’alaih).

5. Jangan sering menyendiri, minta dukungan keluarga dan orang terdekat serta tetap bergaul dengan masyararat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الشيطان مع الواحد ، و هو من الاثنين أبعد

“Sesungguhnya syetan itu bersama orang yang menyendiri, sedangkan ia akan menjauh dari dua orang.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Albani).

Berkumpulah dengan lingkungan orang-orang soleh. Caranya? Jika di lingkungan kita tidak ada. Maka pindah adalah satu-satunya solusi untuk menjauhkan diri kita dari lembah maksiat yang sama.

6. Menjauhi makanan yang haram

Karena makanan bisa berpengaruh terhadap sifat manusia. Sebagaimana perkataan Ibnu Sirin, “Tidaklah ada binatang yang melakukan perilaku kaum Nabi Luth selain babi dan keledai.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad Dunya dalam kitab Zammul Malaahy).

m.galamedianews.com

m.galamedianews.com

Sebisa mungkin, memakan makanan yang halal dan toyib saja. Halal, baik dari sumber mendapatkannya dan halal, jenis makananya. Toyib, yidak mengandung zat-zat yang membahayakan dalam tubuh, baik itu sedikit apalagi banyak.

Prof. Dadang mengatakan, pendekatan agama juga telah dilirik dan dibuktikan oleh para ilmuwan Barat seperti Dr Graf Remafedi dari Universitas Minnesota AS. Hal yang sama dilakukan para ilmuan yang tergabung dalam The National Association for Research and Therapy of Homosexuality (NARTH).

Prof Dadang mengaku cukup sering menangani kasus-kasus homoseksual. Kebanyakan pasiennya mengidap homoseksual sebagai ikutan dari penyakit mental Skizofrenia.

Oleh karenanya, keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh sejauh mana motivasi seorang penderita homoseksual. “Meski sulit, tak perlu putus asa. Nabi bersabda, setiap penyakit ada obatnya,” kata Guru Besar FKUI yang sudah menulis puluhan buku ini.

Prof Dadang menggunakan metode terapi yang meliputi terapi biologik (obat-obatan), psikologik (kejiwaan), sosial (adaptasi), dan spiritual (keagamaan, keimanan), yang disingkat menjadi terapi BPSS.

“Jadi, organisasi homoseks harusnya tidak dibiarkan. Tapi, kita kalah dengan orang-orang yang selalu teriak HAM,” pungkas Prof Dadang.

Dengan demikian jelaslah permasalah kaum LGBT, artikel ini saya dedikasikan kepada teman-teman yang masih terjerat LGBT, yang ingin sembuh dari LGBT dan teman-teman yang berusaha keras untuk sembuh.

Semoga kita semua dapat disembuhkan dan diberi petunjuk oleh sang pencipta. Amin. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

Percakapan Obrolan Berakhir

2 Comments

  1. Mas Yudi Februari 27, 2016
  2. AdminInfosiana Februari 27, 2016

Leave a Reply